Tahapan fase embrionik
Morula
Hasil pembelahan zygot tersebut berupa sekelompok sel yang
sama besarnya seperti buah arbei
Morula adalah suatu bentukan sel sperti buah arbei (bulat)
akibat pembelahan sel terus menerus secara mitosis. Dan keberadaan antara satu
dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus
mengalami pembelahan. bentuk ini kemudian disebut blastosit.
Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel
dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan
Blastosoel yang dikeluarkan oleh tuba fallopii.
Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
Pada stadium ini terbentuk sel-sel yang membentuk dinding
Blastula dan akan membentuk suatu simpai yang disebut sebagai Trofoblast.
Trofoblast mempunyai kemampuan menghancurkan dan mencairkan jaringan menemukan
lapisan Endometrium ( lapisan paling dalam dari Rahim ).
Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk
dan berlangsung selama 5 hari. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam
uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam
lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan
pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi
atau nidasi. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi
(Yatim, 1990: 136)
Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel
bagian dalam.
Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas
yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. Sel-sel trofoblas
membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait.
Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk
mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrien tersebut
kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar
zigot berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di
bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan
berbagai membran kehamilan. Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk
membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi dan fungsi-fungsi penting
lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan
membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk
kekeringan.
Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan
tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta
rongga tubuh.
Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan
dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon
tembuni atau ari-ari (plasenta), sedangkan masa di dalamnya disebut simpul
embrio (embrionik knot) merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju
uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).
Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Menurut Tenzer (2000:212) Setelah tahap blastula selesai
dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Gastrula berlangsung pada hari ke 15.
Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Pada
gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan
sel, perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu.
Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan, sekarang terletak cukup dekat
untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ
tbuh. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di
sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar.
Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi
pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel di
dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh
individu dari spesies yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar